Charles Honoris Tekankan Peran Krusial BGN dalam Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG adalah upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang seh
Setiap orangtua pasti ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hatinya dimulai dari pendidikan TK atau jenjang pendidikan sebelum SD.
Pendidikan tepat sejak dini mengasah keterampilan bersosialisasi dan perkembangan otak anak. Karenanya, penting merencanakan kapan anak didaftarkan masuk lembaga pendidikan formal maupun non formal.
Ada batas minimal dan maksimal usia anak bisa mendaftar jenjang TK dan SD.
Orangtua harus tahu syarat usia saat anak akan masuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Sekolah Dasar (SD) terutama di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023.
Hal tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK.
Berbeda dengan TK, jenjang SD memiliki banyak jalur penerimaan selama PPDB. Di beberapa daerah, sistem seleksi masuk SD salah satunya diukur dari usia calon siswa.
Syarat Usia Masuk TK
Calon peserta didik baru TK A atau TK B harus memenuhi persyaratan usia, yakni: Paling rendah 4 (empat) tahun dan paling tinggi 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan Paling rendah 5 (lima) tahun dan paling tinggi 6 (enam) tahun untuk kelompok B.
Melihat ketentuan usia di atas, anak dengan usia kurang dari 4 tahun belum bisa mendaftar ke TK. Maka, orangtua bisa memasukkan anak usia di bawah 4 tahun pada jenjang Kelompok Bermain (Playgroup).
Empat tahun masuk TK
Dikutip dari Healthline, anak-anak umumnya masuk TK ketika sudah berusia 5 tahun. Tapi, ada juga orangtua memasukkan anak ke TK lebih awal sejak usia 4 tahun atau lebih lambat usia 6 tahun.
Psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd menyebutkan bahwa tidak ada batasan umur menyekolahkan anak masuk TK.
Orangtua bisa memasukkan anak-anaknya ke TK jika sang anak dianggap sudah siap menempuh pendidikan bersama teman-teman lainnya.
Menurut Rosdiana, orangtua jangan terfokus pada faktor umur anak. Sebaiknya, fokus pada kemampuan anak apakah bisa mandiri atau belum jika dimasukkan ke TK.
"Artinya, dia sudah berani sendiri enggak menempel terus pada orangtuanya, lalu misalnya sudah bisa mulai makan sendiri," kata Rosidiana seperti yang dikutip dari Antara.(*)