Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis di Serang, Banten. Foto: Istimewa

Waspada Penawaran Mudah Menjadi Mitra SPPG, Jangan Tertipu!

Serang, Banten – Masyarakat harus lebih jeli dan teliti terhadap penawaran pekerjaan sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab saat ini banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan BGN selaku pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan oleh perwakilan BGN, Mochammad Halim saat sosialisasikan program MBG di depan ratusan warga Serang pada Jumat, 25 April 2025.

Program MBG memang akan melibatkan masyarakat sebagai petugas yang akan bekerja di dapur sehat atau SPGG. Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Dalam satu SPPG terdapat kurang lebih 45 - 50 petugas yang akan memasak makanan.

Tenaga Ahli Badan Gizi Nasiona BGN Mochammad Halim, mengingatkan kepada masyarakat mengenai berita hoaks atau penipuan untuk ikut bersinergi di program Makan Bergizi Gratis dengan menjadi petugas dapur gizi.

“Jangan percaya dengan siapapun yang datang dan menawarkan untuk bisa membantu mendaftarkan untuk menjadi SPPG/Dapur gizi dengan janji langsung bisa berjalan dan mereka oknum ini meminta bayaran dari bapak/ibu,” terang Halim.

Sebab, untuk menjadi petugas SPPG ini siapapun harus mendaftar dan mengajukan terlebih dahulu ke Badan Gizi Nasional, serta wajib mengikuti alur yang telah di siapkan.

Halim berharap program ini dapat berjalan optimal agar dapat melahirkan generasi berkualitas dan unggul untuk kemajuan bangsa.

“Pemenuhan gizi yang baik dan sehat, agar nantinya tujuan kita semua ini melahirkan masa depan yang gemilang untuk anak anak Indonesia dan berdampak besar kepada perubahan Indonesia ini menuju Indonesia Emas 2045, di mana 100 tahun Indonesia di 2045 menjadi momentum atas terciptanya generasi yang sehat dan cemerlang.” harapnya.

Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.(*)

Artikel Terkait