Sosialisasi Program MBG di Kota Bogor, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Cetak Generasi Unggul
Keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan dari pelaksanaannya, tetapi juga dari meningkatnya k
Minahasa, Sulawesi Utara – Empat kelompok penerima manfaat dari anak-anak peserta didik mulai PAUD hingga SMA, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita jadi target utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para penerima manfaaat ini diharapkan akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, berkualitas, dan sehat dimasa yang akan datang.
DPR RI bersama Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan melahirkan generasi yang akan membawa perubahan.
Sebagai perwakilan pemerintah, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menjelaskan mengenai target yang akan disasar dari program MBG. Keempat kelompok penerima manfaat ini menjadi investasi besar jangka panjang bangsa Indonesia.
“Program MBG menyasar kepada para peserta didik dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA baik negeri dan swasta, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ucap Felly Estelita saat sosialisasikan program MBG di Minahasa pada Minggu, 3 Agustus 2025
Felly Estelita menegaskan, kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.
Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.