Sosialisasi Program MBG di Kota Bogor, DPR RI Dorong Penguatan Gizi untuk Cetak Generasi Unggul
Keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan dari pelaksanaannya, tetapi juga dari meningkatnya k
Surabaya, Jawa Timur (16/10) – Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran. Program MBG akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat yakni siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hal itu ditegaskan Lucy Kurniasari saat sosialisaskan program MBG di Pasar Turi Baru pada Rabu, (15/10). MBG menjadi momentum penting untuk menggapai visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Badan Gizi Nasional sebagai mitra Komisi IX DPR RI terus berupaya memastikan pelaksanaan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” ucap Lucy Kurniasari.
“Kami berkomitmen mengawasi serta mendukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil,” tambahnya.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.
Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.